Allah

Juni 17, 2008 § Tinggalkan komentar


"Allah" (kadang-kadang dieja, "Al-Lah") berasal "ilah"
    dan "ilah" mengandung makna "ma'luh', (yang disembah),
    dan nama (ism) tidaklah sama dengan yang dinamai
    (al-musamma). Maka barangsiapa menyembah nama tanpa
    makna, ia sungguh telah kafir dan tidak menyembah
    apa-apa. Barangsiapa menyembah nama dan makna
    (sekaligus), maka ia sungguh telah musyrik dan
    menyembah dua hal. Dan barangsiapa menyembah makna
    tanpa nama maka itulah Tawhid. Engkau mengerti, wahai
    Hisyam?" Hisyam mengatakan lagi, "Tambahilah aku
    (ilmu)". Ja'far al-Shadiq menyambung, "Bagi Allah Yang
    Maha Mulia dan Maha Agung ada sembilanpuluh sembilan
    nama. Kalau seandainya nama itu sama dengan yang
    dinamai, maka setiap nama itu adalah suatu Tuhan.
    Tetapi Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung adalah
    suatu Makna (Esensi) yang diacu oleh nama-nama itu,
    sedangkan nama-nama itu sendiri seluruhnya tidaklah
    sama dengan Dia ..." [15]

(Al Imam Ja'far Sadiq A.s)

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Juni, 2008 at Soul in the City.